Berita Terbaru

Kajian Ahad Pagi PPIT Al-Huda Wonogiri(26/10/2026)

Wonogiri, 26 Oktober 2026 | Humas PPIT Al-Huda

WONOGIRI – Ahad, 25 Oktober 2026 Pondok Pesantren Islam Terpadu Al-Huda Wonogiri mengadakan agenda rutin bulanan berupa penjengukan santri yang diawali dengan kajian. Dalam kajian umum ahad pagi tersebut, Ustaz Mahput, S.Pd.I., M.Pd., sebagai pemateri membawakan tema seputar “Mengejar Hidup yang Baik, dan Akhir yang Baik”. Kajian yang disajikan spesial untuk para wali santri ini berlangsung secara hikmat di dalam Masjid Ath-Thuflah, komplek PPIT Al-Huda Wonogiri.

MENGEJAR HIDUP YANG BAIK, DAN AKHIR YANG BAIK

kalau berdoa, biasanya kita meminta agar urusan dimudahkan, rezeki dilancarkan, usaha berhasil, anak-anak menjadi baik, kesehatan dijaga, dan berbagai masalah diselesaikan. Semua itu tentu baik, tetapi pernahkah kita benar-benar berdoa:

“Ya Allah, bagaimana pun perjalanan hidupku nanti, jangan biarkan aku mengakhiri hidup ini kecuali dalam keadaan Engkau ridha kepadaku.”

Sebab pada akhirnya, kita bukan hanya sedang menjalani kehidupan. Kita sedang menuju sebuah akhir, dan akhir itulah yang akan menentukan ke mana kita akan melangkah setelah kehidupan dunia ini berakhir.

Allah ﷻ berfirman :

وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
“Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-A’raf: 128)

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan :

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari)

Kisah dari Kehidupan Para Sahabat
Ketika Rasulullah ﷺ berada dalam peperangan, ada seorang laki-laki yang berperang dengan sangat berani. Para sahabat melihat keberaniannya dan mengaguminya. Namun Rasulullah ﷺ justru memberikan peringatan bahwa orang tersebut termasuk penghuni neraka.

Para sahabat tentu heran, Bagaimana mungkin seseorang yang terlihat begitu gigih membela kaum Muslimin justru berakhir demikian?

Ternyata kemudian diketahui bahwa lelaki itu terluka parah. Karena tidak mampu menahan sakit, ia mengambil pedangnya dan mengakhiri hidupnya sendiri.

Akhir kehidupannya menjadi pelajaran besar

  1. Jangan pernah merasa aman hanya karena hari ini kita terlihat baik.
  2. Jangan pula merasa putus asa hanya karena hari ini kita masih banyak kekurangan. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir perjalanan kita.

Yang harus kita lakukan adalah terus memohon kepada Allah agar hati kita dijaga, iman kita diteguhkan, dan langkah kita diarahkan sampai akhir hayat.

Karena bisa jadi seseorang yang hari ini terlihat biasa saja, justru meninggal dalam keadaan yang sangat mulia. Sebaliknya, seseorang yang hari ini terlihat begitu baik dan dikagumi manusia, belum tentu kita tahu bagaimana akhir hidupnya. Maka jangan terlalu bangga dengan amal kita, jangan terlalu merasa aman dengan keadaan iman kita, dan jangan mudah meremehkan orang lain.

Sejatinya, kita semua sedang berjalan menuju kematian, tetapi tidak seorang pun tahu bagaimana ia akan mengakhiri perjalanan itu. Ada orang yang hidupnya sederhana, tetapi akhir hidupnya indah. Ada orang yang tidak terkenal di dunia, tetapi namanya harum di langit. Ada orang yang mungkin tidak memiliki banyak harta, jabatan, atau prestasi, tetapi ketika meninggal, ia membawa sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu Allah meridhainya.

Bukan seberapa tinggi jabatan kita, bukan seberapa banyak harta yang kita kumpulkan, bukan seberapa luas rumah yang kita miliki, bukan seberapa banyak orang mengenal nama kita, karena semua itu akan kita tinggalkan. Dan yang akan kita bawa hanyalah iman dan amal.

Maka mulai hari ini, mari kita ubah sebagian doa kita.

Jangan hanya berkata “Ya Allah, mudahkan rezekiku“, Tetapi: “Ya Allah, jadikan rezekiku jalan untuk mendekat kepada-Mu.”

Jangan hanya “Ya Allah, panjangkan umurku.”, Tetapi: “Ya Allah, berkahilah umurku dan jangan biarkan umurku berlalu tanpa ketaatan kepada-Mu.”

Dan jangan hanya “Ya Allah, berikan aku kehidupan yang baik.”, Tetapi mohonlah: “Ya Allah, berikan aku kehidupan yang baik dan akhir kehidupan yang baik. Jangan ambil nyawa kami kecuali dalam keadaan Engkau ridha kepada kami, karuniakan kepada kami husnul khatimah, jadikan akhir ucapan kami laa ilaaha illallah.”

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Admin

ppitalhuda

Pondok pesantren dengan tahfidz Al-Qur'an metode Ummi di Wonogiri, membina santri hafal Qur'an dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Solverwp- WordPress Theme and Plugin