Berita Terbaru

Menjaga Warisan Menembus Zaman, Maddafest 2026 Sukses Jadi Ajang Santri Berkarya

Wonogiri, 31 Oktober 2026 | Humas PPIT Al-Huda

WONOGIRI – Sabtu, 10 Oktober 2026, lingkungan Pondok Pesantren Islam Terpadu Al-Huda Wonogiri terlihat meriah. Mulai pukul 19.30 WIB, orang-orang terlihat mulai berdatangan. Para santri, orang tua santri, alumni, guru sekolah, hingga tamu undangan memenuhi lokasi acara. Maddafest (Ma’had Al Huda Festival) 2026 akhirnya digelar, dan malam itu menjadi puncak perayaan Hari Santri yang jatuh pada bulan Oktober.

Mengusung tema “Menjaga Warisan Menembus Zaman, Santri Berkarya Membangun Peradaban”, acara tahunan ini lebih dari sekadar perayaan. Ini merupakan ruang bagi para santri untuk menunjukkan identitas dan kemampuan mereka. Jumlah penonton yang hadir malam itu diperkirakan mencapai 1.500 orang, termasuk kehadiran alumni, wali santri, guru-guru sekolah, serta tamu undangan. Antusiasme yang luar biasa ini menjadi bukti bahwa Maddafest telah menjadi milik bersama, bukan hanya milik pondok.

Bukan Ajang Pamer Kemewahan, Tapi Sedang Menyelenggarakan Pendidikan

Di balik kemeriahan malam itu, ada pesan mendalam yang disampaikan pembina Maddafest. Beliau menegaskan bahwa Maddafest bukan ajang pamer kemewahan, melainkan sarana pengembangan bakat, pembelajaran bermasyarakat, dan pada hakikatnya sedang menyelenggarakan sebuah pendidikan.

“Pendidikan tidak bisa hanya dengan omongan, tidak bisa hanya dengan pelajaran di dalam kelas, tetapi pendidikan perlu dengan bermacam-macam kegiatan. Salah satunya dengan penyelenggaraan Maddafest ini,” tuturnya.

Menurut beliau, dinamika dan totalitas selama Maddafest itulah yang mendidik. Para penonton yang melihat dan mendengar pun sudah terdidik, apalagi yang merasakan dan melaksanakan langsung. Anak-anak dididik untuk tidak sekadar tampil, tetapi juga menyuguhkan perhelatan yang edukatif (educate), menghibur (entertain), elegan (elegant), menyenangkan, dan bisa dinikmati (enjoyable). Mereka juga dididik mandiri mencari dana, berani memimpin acara, menyatukan ide-ide kreatif, mengatur lighting dan sound, hingga membangun kebersamaan dalam perbedaan. Inilah pendidikan ketrampilan, kesungguhan, kemandirian, kemasyarakatan, kebersamaan, dan kepemimpinan. Tidak berlebihan bila merujuk pada SKL Kekhasan SIT, Maddafest adalah perwujudan dari itu semua.

Penampilan Santri, dari Hadrah hingga Drama
Sejak dimulainya acara, semangat para peserta sangatlah terlihat. Santri dari kelas tujuh sampai dua belas menyuguhkan beragam penampilan. Terdapat hadrah, pembacaan Al-Qur’an, teater, tarian tradisional, hingga penampilan dari band dan vokal yang menyanyikan lagu-lagu nasional serta religius.

Pembukaan resmi malam tersebut dimulai dengan sambutan ramah dari pimpinan pondok serta tokoh dari yayasan. Acara berlangsung dengan cukup padat. Dimulai dari penampilan hadrah, diikuti oleh sambutan, dan ditutup dengan pertunjukan seni yang berlangsung sampai pukul 23.30 WIB. Penutupan acara menjadi akhir yang manis dan menandakan selesainya seluruh rangkaian Maddafest 2026.

Kelas 12, Penggerak Utama di Balik Acara
Menariknya, seluruh susunan kegiatan ini diorganisir oleh tim dari kelas 12. Mereka tidak hanya berperan dalam pengaturan acara, tetapi juga menjadi penggerak utama di belakang layar. Dari perancangan, latihan akhir, hingga memastikan setiap aspek berjalan dengan baik.

Dalam pengantarnya, pembina Maddafest menyampaikan apresiasi: “Selamat atas perjuangan, pengorbanan, dan kesungguhan kalian kelas 12 REBELL10N Generation sebagai panitia inti dalam melaksanakan Maddafest tahun ini. Kami bangga! Kalian membanggakan dan patut untuk dibanggakan!”

Stand UMKM Masyarakat, Menambah Keceriaan Malam
Di bagian lain dari lokasi event, sejumlah stand UMKM masyarakat ikut meramaikan suasana. Beragam makanan ringan dan produk inovatif dari warga setempat hadir menemani para pengunjung yang datang. Aroma masakan hangat dan percakapan santai di antara penampilan membuat suasana malam itu menjadi semakin akrab.

Maddafest, Bukti Santri Berkarya
Bagi keluarga besar PPIT Al-Huda, Maddafest lebih dari sekadar sebuah festival. Ini merupakan bukti konkret bahwa santri dapat mencipta, berkolaborasi, dan melestarikan tradisi. Tema “Menjaga Warisan Menembus Zaman, Santri Berkarya Membangun Peradaban” bukan hanya sekadar jargon. Hal ini terlihat jelas dalam setiap penampilan, setiap usaha keras dari panitia, dan setiap doa yang mendukung acara tersebut.

Terima kasih kepada seluruh panitia, pengisi acara, wali santri, alumni, warga sekitar, dan semua pihak yang telah menyukseskan acara ini. Sampai jumpa di Maddafest tahun depan!

Saksikan penampilan Spectaculer Show Maddafest 2026 disini!

Admin

ppitalhuda

Pondok pesantren dengan tahfidz Al-Qur'an metode Ummi di Wonogiri, membina santri hafal Qur'an dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Solverwp- WordPress Theme and Plugin